Senin, 31 Desember 2007

Pelajar Apresiasi Pameran Guyub Bareng DKM

Selasa, 01 Jan 2008
Pelajar Apresiasi Guyub Bareng
MOJOKERTO - Pameran Lukisan Guyub Bareng yang digelar Dewan Kesenian Kota Mojokerto (DKM) mendapatkan apresisasi penuh para pelajar. Terbukti, baru dibuka kemarin tercatat ada 300 pelajar yang datang di sekretariat DKM, tempat berlangsungnya acara.

Ketua Biro Seni Rupa DKM, Shokif Husein kepada Radar Mojokerto mengatakan pihaknya optimistis ke depan tahun 2008 ini, kegiatan seni budaya akan semakin mendapatkan minat. Hanya saja, sejauh ini belum ada transaksi dari para pengunjung terhadap skeitar 90 lukisan yang dipamerkan. "Ya, mungkin baru sehari," ujarnya tentang kegiatan yang dibuka kemarin pagi.

Rencananya, pameran ini akan berlangsung selama lima hari sampai dengan 4 Januari mendatang. "Tapi, kalau memungkinkan kita perpanjang ya akan kita perpanjang lagi. Toh tempatnya juga tidak menyewa," katanya.

Dalam menyiapkan kegiatan ini, tampaknya Biro Seni Rupa DKM tidak main-main. Terbukti, gedung DKM di komplek GOR Majapahit disulap sedemikian rupa. Nyaris menyerupai galeri-galeri seni yang ada. Dinding-dindingnya didekorasi dengan anyaman bamboo. Demikian pula teras depan dan samping barat dihiasi atap ijuk sehingga menampilkan kesan alami. Di antara ruang-ruang dan teras inilah, puluhan karya seni rupa ditampilkan.

Beberapa nama yang sudah cukup dikenal ikut serta dalam kegiatan ini. Misalnya, Samijan, Mas Ronny, Nurbudi Hariyono, Oki Sunaryo, Muntolib, Mas Lis, YS Qomar Karya, Priyok Dekaem dan lainnya.

Karya para seniman ini sebagian besar menganut aliran naturalis. Hanya beberapa karya yang mengusung tema surealis, seperti lukisan Panca Indera karya Samijan, Sesembahan Gairah karya Oky Sunarya yang dilukis di atas kanvas ukuran 90 x 66 cm. Mas Ronny yang juga guru SMAN 2 tampaknya menyumbang banyak karya dengan tema kota-kota lama. YS Qomar mengusung lukisannya tentang cerita legenda Joko Tarub dan beberapa lukisan lainnya.

Diakui oleh Shokif, sejauh ini para pelukis lebih banyak membuat karya naturalis. Ini karena karya naturalis lebih mudah dicerna dan mungkin dinikmati masyarakat awam. "Yang naturalis saja, kadang pameran lukisan kurang diminati, apalagi kalau kita menampilkan karya yang surealis dan abstrak," katanya. (in)
(Harian Radar Mojokerto)

Jumat, 21 Desember 2007

Dialog Perkembangan Seni Drama di Mojokerto

Salam budaya,

Memilah jenis berkesenian yang sedang ini saat ini lebih didominasi seni yang mengarah pada hiburan sesaat yang lebih diwarnai kemewahan, hura-hura dan tidak jarang terjadinya tawuran, tapi sayang seni yang mengarah pada kesederhanaan dan dapat menghibur nurani dengan mengedepankan rasa dari pada mata serta dapat merubah perilaku pemain maupun penonton tidak berkembang ?

Seni drama Ya ! Yang modern (teater) kita kembangkan sebagai alternatif untuk membangkitkan gairah remaja berkesenian sedangkan yang drama tradisi (ludruk, gambus, wayang orang, ketoprak, dll) kita jaga kelestariannya. Siapakah yang sebenarnya berhak mewujudkan harapan diatas? Apakah Pemkot Mojokerto melalui Dewan Kesenian Kota Mojokerto nya atau seniman sendirian dengan segala keterbatasannya? Jawabannya tentu tidak ! Bersinergi untuk mewujudkan masyarakat berbudaya merupakan kebutuhan bersama.

Sebagai langkah awal keberlanjutan pemberdayaan berkesenian Dewan Kesenian Kota Mojokerto Biro Seni Drama yang membidangi tumbuh kembangnya seni drama modern/tradisi dengan senang hati mengajak para seniman dan penggiat kesenian di Mojokerto untuk bersama-sama merumuskan langkah apa saja yang perlu untuk menggairahkan kembali seni drama di masa mendatang.

Penghargaan tiada tara kami sampaikan bila Bapak/Ibu/Saudara para seniman dan penggiat seni berkenan hadir di acara yang akan kami selenggarakan sebagai bentuk kepesertaan dalam mewujudkan tumbuh kembangnya seni drama.

Acara : Dialog Lintas Generasi Tentang Perkembangan Seni Drama di Mojokerto
Pelaksana : Biro Seni Drama Dewan Kesenian Kota Mojokerto
Pembicara : Bagus Yuwono (Lidhie Art Forum) dan Heriyanto Subekti (Dewan Kesenian Kota Mojokerto)
Tempat : Gedung Dharma Wanita kota Mojokerto Jl. Hayam wuruk 50 Kota Mojokerto
Waktu : Minggu, 23 Desember 2007 pukul 08.30 wib-selesai.


Mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan dorongan atas terlaksananya kegiatan ini baik sebelum dan sesudahnya. Wassalam.

Biro Seni Drama,
M.MISBAKH
Hp 081 913 10 33 65
Biro Seni Drama
Dewan Kesenian Kota Mojokerto
Jl. Gajah Mada 149 Kota Mojokerto 61324
Jawa Timur
email: dewankeseniankotamojokerto@gmail. com
http://dewankeseniankotamojokerto. blogspot. com

Kamis, 22 November 2007

MBALJIGONG di Radar Mojokerto

Kamis, 22 Nov 2007
Padukan Karawitan dan Reka Tari

MOJOKERTO - Memadu konsep musik musik karawitan dan gerak atau tari. Mbaljigong pun tampil memukau. Spirit Jawa terurai dalam teks lagu yang ditembangkan.

Inilah musik mbaljigong yang dipentaskan Dewan Kesenian Kota Mojokerto (DKM) kemarin malam. Mbaljigong berasal dari akronim mbal (cymbal), ji (jidor) dan gong (gong). "Nama tersebut muncul pertama kali muncul saat jagongan di sekretariat Dewan Kesenian Kota Mojokerto (DKM) di Jalan Gajah mada 149 , samping GOR Mojopahit," ujar Oky Sunarko, seniman yang mengaransemen musik ini.

Adalah Oky Sunarko yang biasa dipanggil Mbah Oky bersama Darto Kuswandi, Gatot Sableng, Saiful Bakri, M.Misbakh, Danang, Sugeng, Cak Run dkk yang memang rutin berkumpul di sekreatriat DKM pada malam hari yang mencetuskan nama ini.

Seluruh lagu ditulis dan diaransemen oleh Mbah Oky sekaligus Darto Kuswandi sebagai penata musik. Oky Sunarko, sehari-hari adalah guru di SMA Taman Siswa Kota Mojokerto, memang menjadi motor komunitas musik ini. Harap maklum, pengalaman berkesenian nya memang sudah lama dan lintas seni, mulai seni rupa, musik keroncong, karawitan, campursari. "Ah, saya hanya mengalir saja kok dalam berkesenian," kata Oky Sunarko.

Sedangkan, Darto Kuswandi sehari-hari mengajar di SMPN 1 Kota Mojokerto, setiap Sabtu-Minggu menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya jurusan karawitan.

Untuk memainkan musik ini, setidaknya 25-an orang terlibat. Sebanyak 13 untuk pemusik, 5 penari dan sisanya mereka yang di belakang panggung. "Setelah selesai dalam bentuk CD kami ingin menyebarluaskan ke sebanyak mungkin lembaga kesenian dan pihak - pihak yang berminat mengundang kami," kata Saiful Bakri, yang bertindak sebagai Pimpinan Produksi sekaligus Manajer Mbaljigong pada pentas malam itu. Ide tersebut terinspirasi dari beberapa kelompok msik etnik kontemporer yang memiliki CD.

Meskipun tergolong baru, namun kelompok ini sudah memiliki beberapa kali pengalaman pentas. Antara lain, menjadi musik pembuka dalam kompetisi balap sepeda internasional Tour de Java di Alun-Alun Kota Mojokerto, tampil di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta mewakili DKM. Festival Seni budaya Majapahit 2007 di Pendapa Agung Trowulan, Minggu lalu serta dalam rangka Hari Listrik Nasional di PLN Mojokerto, serta Pembukaan pameran UKM oleh PKK Kota Mojokerto di GOR A Yani Kota Mojokerto beberapa waktu lalu.

Karena lahir dan dibesarkan oleh DKM, maka musik ini pun bertanggung jawab terhadap DKM. Apalagi, Oky Sunarko dan Darto Kuswandi sebagai biro musik di DKM maka mbaljigong pun bertanggung jawab kepada DKM. (in)

(Harian Radar Mojokerto)

Kontak person:

1.Saiful Bakri, Pimpinan produksi 081 330 06 1978,

Email: dewankeseniankotamojokerto@gmail.com

http://dewankeseniankotamojokerto.blogspot.com

2.Ibu Anis Sutomo, Wakil Ketua Dewan Kesenian Kota Mojokerto 081 231 51 792.

Foto bersama di TMII